Disuatu
tempat ada suara tangis yang terisak-isak, itu dimana suasana banyak orang yang
menikmatinya karna sebagian orang mersakan kelulusan, senyum dan tawa haru
menyelimuti sekolah itu, ini cerita di
sebuah negara yang tidak di ketahui banyak orang kan kehidupan negara nya, dan
ini cerita seorang yang mempunyai yang hebat dan mempunyai tekad yang kuat dan mencapai impian nya, dia
memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin di negara itu, tapi semua itu tidak
semudah ambisinya itu dan tergambar di pikirannya, sistem politik nya sangat
lah kejam dan bisa saja saling bunuh antar mereka walaupun sampai tak bunuh
sampai kehilangan nyawa tapi bunuh disini maksudnya adalah membunuh karakter
seseorang .
Dan
cerita ini di mulai di sebuah kampung dimana berdiri dengan kokoh sebuah
sekolah dengan nafas yang di berikan oleh anak-anak yang bersemangat mencapai
cita-cita nya, walaupun jauh dari kata-kata mewah tapi inilah surga yang mereka
rasakan, dengan harta yang mereka punya yaitu semangat pantang menyerah dengan kapasitas
guru yang selalu setia mengajar di sana walaupun dengan gaji tak seberapa tapi
semangat, semangat ini timbul dari mendengar cita-cita anak-anak didik mereka,
mereka adalah sosok pahlawan yang jauh dari kata guru yang makmur
more
Dan di
pagi sosok guru itu masuk kedalam kelas dengan senyum yang lebar dia mulai
menyapa semua murid nya, hal yang mungkin trak didapatkan semua orang kaya,
senyum semangat mulai membuka pembelajaran mereka pada hari itu, dengan materi
pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, buk yanti berkata tentang kehidupan
bersosial kita dimasyarakat yaitu kita yang saling tolong menolong antara
makhluk sosial, lalu banyak timbul pertanyaan dari siswa-siswinya salah satunya
dari tama, dia bertanya “buk, apakah kita semua di negara ini makhluk sosial
buk??” buk yanti terkejut mendengar pertanyaan itu, lalu buk yanti menjawab “tentu kita makhluk sosial di negara ini,
semua orang di negara ini adalah makhluk sosial bahkan di luar negri ini kita
juga makhluk sosial, kemudian datang lagi pertanyaan dari resi “lalu kenapa
tidak ada yang menolong kita dalam memperbaiki sekolah ini buk??’’ bertanyaan
yang begitu berat buk yanti untuk menjawab, sebelum pertanyaan itu di jawab ada
suara yang berkata dan bertanya, “iya buk, apakah kita ini bukan makhluk sosial
dari bagian negara ini” lalu banyak suara ramai banyak bersorak “iya buk” “iya
buk, bagaimana itu buk”, “kalau mereka disana tak mau bantu kami juga tak bantu
mereka suatu hari nanti buk” ibu yanti terkejut dengan apa yang disampaikan
oleh anak-anak didik nya