edo pratama
Rabu, 18 April 2018
Kamis, 21 Desember 2017
Disuatu
tempat ada suara tangis yang terisak-isak, itu dimana suasana banyak orang yang
menikmatinya karna sebagian orang mersakan kelulusan, senyum dan tawa haru
menyelimuti sekolah itu, ini cerita di
sebuah negara yang tidak di ketahui banyak orang kan kehidupan negara nya, dan
ini cerita seorang yang mempunyai yang hebat dan mempunyai tekad yang kuat dan mencapai impian nya, dia
memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin di negara itu, tapi semua itu tidak
semudah ambisinya itu dan tergambar di pikirannya, sistem politik nya sangat
lah kejam dan bisa saja saling bunuh antar mereka walaupun sampai tak bunuh
sampai kehilangan nyawa tapi bunuh disini maksudnya adalah membunuh karakter
seseorang .
Dan
cerita ini di mulai di sebuah kampung dimana berdiri dengan kokoh sebuah
sekolah dengan nafas yang di berikan oleh anak-anak yang bersemangat mencapai
cita-cita nya, walaupun jauh dari kata-kata mewah tapi inilah surga yang mereka
rasakan, dengan harta yang mereka punya yaitu semangat pantang menyerah dengan kapasitas
guru yang selalu setia mengajar di sana walaupun dengan gaji tak seberapa tapi
semangat, semangat ini timbul dari mendengar cita-cita anak-anak didik mereka,
mereka adalah sosok pahlawan yang jauh dari kata guru yang makmur
more
Dan di
pagi sosok guru itu masuk kedalam kelas dengan senyum yang lebar dia mulai
menyapa semua murid nya, hal yang mungkin trak didapatkan semua orang kaya,
senyum semangat mulai membuka pembelajaran mereka pada hari itu, dengan materi
pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, buk yanti berkata tentang kehidupan
bersosial kita dimasyarakat yaitu kita yang saling tolong menolong antara
makhluk sosial, lalu banyak timbul pertanyaan dari siswa-siswinya salah satunya
dari tama, dia bertanya “buk, apakah kita semua di negara ini makhluk sosial
buk??” buk yanti terkejut mendengar pertanyaan itu, lalu buk yanti menjawab “tentu kita makhluk sosial di negara ini,
semua orang di negara ini adalah makhluk sosial bahkan di luar negri ini kita
juga makhluk sosial, kemudian datang lagi pertanyaan dari resi “lalu kenapa
tidak ada yang menolong kita dalam memperbaiki sekolah ini buk??’’ bertanyaan
yang begitu berat buk yanti untuk menjawab, sebelum pertanyaan itu di jawab ada
suara yang berkata dan bertanya, “iya buk, apakah kita ini bukan makhluk sosial
dari bagian negara ini” lalu banyak suara ramai banyak bersorak “iya buk” “iya
buk, bagaimana itu buk”, “kalau mereka disana tak mau bantu kami juga tak bantu
mereka suatu hari nanti buk” ibu yanti terkejut dengan apa yang disampaikan
oleh anak-anak didik nya Rabu, 22 November 2017
cerpen
Di
langit sore itu seorang anak berjalan menatap dengan rasa penasaran yang besar
akan sebuah pertanyaan kehidupan, mengapa,?? Apa.?? Dan kenapa.??, pertanyaan
yang berat bagi seorang anak kecil yang baru mengenal kehidupan yang keras di
bawah langit yang tak beratap dan berlantai, yang ada hanya sebuah tangis dan
air mata yang jatuh di pipi mungil nya, hati siapa yang tak miris melihat
kejadian itu,
ketika anak kecil yang bercerita kepada seorang pemuda yang terjadi
hari itu yang bernama alif rahmat hakim, seorang pemuda yang baru menginjak
semester 4 di sebuah perguruan tinggi di jakarta, sangat miris sebuah ibu kota
sebuah negara menjadi tempat tak indah bagi kaum yang tak punya harta apapun,
kecuali hanya baju di badan, tangan pemuda tadi gemetar seakan mau menampar
wajah nya, agar dia ingin terbangun dari mimpi buruk nya itu, “percuma abang
menampar wajah abang sampai berdarah, kenyataan ini tak kan bisa berubah” kata
seorang anak kecil memekai baju rompang romping itu berbicara dengan pemuda
itu, pemuda tadi tambah gemetar mendengar itu, “iya dek,,” sambil tersenyum
melihat anak kecil itu “oh ya, adek tinggalnya dimana.??” Tanya alif pemuda itu
“hahaha, abang cara nanya salah bang...hahahah” jawaban anak kecil itu “kenapa
kamu tertawa dek.?? Dengan herannya alif bertanya kepada anak itu “hahaha,
bang, kami ini Cuma anak jalanan, selain dijalanan dimana lagi kami akan
tinggal, rumah kami cuma beratapan langit dan berlantaikan tanah, jadi jika
abang bertanya kami tinggal dimana, alamat mana yang akan saya berikan, kecuali
abang nanya ke para pejabat kita,” jawaban yang di berikan oleh anak kecil itu,
dengan sangat harunya alif memandang anak kecil itu, ternyata anak yang kecil
itu dapat berbicara seperti itu, lalu allif berjalan dan mendengar cerita
kehidupan si anak itu, sampai di suatu jalan anak itu berhenti dan “bang, saya
mau cari uang untuk makan dulu ya..” kata anak kecil itu “haaa, emang orang tua
mu mana rizki.??” Tanya alif pada anak yang bernama rizki tersebut “ibu saya sudah meninggal bang, dia lagi di
surga, dan bapak saya sekarang sudah menikah dan tinggal entah dimana” jawab
dengan mata berkaca-kaca di mata anak kecil tersebut “maaf ya dek, kalau
saya....” lansung di jawab rizki “hahaha...gak papa bang, saya sudah muak dalam
kesedihan ini” jawab rizki yang tertawa, “ kamu memang sibatu karang yang
sangat kuat rizki” pujian dari alif kepada rizki, dan mulai hari itu mereka
bersahabat dn alif setiap pulang kuliah selalu menemui rizki yang biasa ngamen
di depan lampu merah
Senin, 22 Mei 2017
Janji
Karya:edopratama
Janji, kata mudah di
ucapkan tapi susah untuk di laksanakan
Janji, dimana-mana
janji menjadi topik orang
Janji engkau adalah
sebuah bukti tapi kenapa bagi mereka kau tak berarti
Janji apa itu semua
salah mu atau salah mereka
Janji yang pasti kau adalah
sebuah bukti dan hal yang harus di pertanggung jawabkan
Janji sulit ku temui
diri mu hari ini
Janji apakah masih
ada dirimu di masa depan nanti
Janji apakah kau kan
bertahan atau kau akan hilang
Janji mengapa kau
tertawa sekarang
Janji ku harap akan
bukti akan hadirmu nanti
Janji kau lah hutang
yang harus ditepati
Janji kau lah bukti
di akhirat nanti
Janji kau sebagai
bukti suatu hari nanti
first
Task
English Langguage Learning Srategy
Nama : Edo Pratama
Nim : 2315040
Kelas : Pendidikan Bahasa Inggris 4B
1.
What strategies that you have applied to
masteting grammar, vocabulary, speaking, listening, reading and writing so far?
Answer : My
stategies so far to mastering grammar is i do the exercise in the book, read the
book for mastery grammar, ask friend about materials that i’m not clear enough.To
vocabulary is i am reading aloud, if i find the word that i dont know the
meaning, i looking for in the dictionary
and i write in my note book and remember minimal 5 word in one day. To reading
is i am reading aloud, read many book with many topics, read novel and short
story. To writing is i am write minimal 1 paragraph in one day to increas my
ability in writing with different topich everyday. To speaking is am try to
speak up with my friend if i dont know
word in english, i will mix my language with indonesian language. To Listening is i am try to listen song, dialog and text
in english to be familiar with the sound.
Langganan:
Postingan (Atom)