Kamis, 21 Desember 2017




                Disuatu tempat ada suara tangis yang terisak-isak, itu dimana suasana banyak orang yang menikmatinya karna sebagian orang mersakan kelulusan, senyum dan tawa haru menyelimuti sekolah  itu, ini cerita di sebuah negara yang tidak di ketahui banyak orang kan kehidupan negara nya, dan ini cerita seorang yang mempunyai yang hebat dan mempunyai tekad  yang kuat dan mencapai impian nya, dia memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin di negara itu, tapi semua itu tidak semudah ambisinya itu dan tergambar di pikirannya, sistem politik nya sangat lah kejam dan bisa saja saling bunuh antar mereka walaupun sampai tak bunuh sampai kehilangan nyawa tapi bunuh disini maksudnya adalah membunuh karakter seseorang .
                Dan cerita ini di mulai di sebuah kampung dimana berdiri dengan kokoh sebuah sekolah dengan nafas yang di berikan oleh anak-anak yang bersemangat mencapai cita-cita nya, walaupun jauh dari kata-kata mewah tapi inilah surga yang mereka rasakan, dengan harta yang mereka punya yaitu semangat pantang menyerah dengan kapasitas guru yang selalu setia mengajar di sana walaupun dengan gaji tak seberapa tapi semangat, semangat ini timbul dari mendengar cita-cita anak-anak didik mereka, mereka adalah sosok pahlawan yang jauh dari kata guru yang makmur
more                 Dan di pagi sosok guru itu masuk kedalam kelas dengan senyum yang lebar dia mulai menyapa semua murid nya, hal yang mungkin trak didapatkan semua orang kaya, senyum semangat mulai membuka pembelajaran mereka pada hari itu, dengan materi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, buk yanti berkata tentang kehidupan bersosial kita dimasyarakat yaitu kita yang saling tolong menolong antara makhluk sosial, lalu banyak timbul pertanyaan dari siswa-siswinya salah satunya dari tama, dia bertanya “buk, apakah kita semua di negara ini makhluk sosial buk??” buk yanti terkejut mendengar pertanyaan itu, lalu  buk yanti menjawab  “tentu kita makhluk sosial di negara ini, semua orang di negara ini adalah makhluk sosial bahkan di luar negri ini kita juga makhluk sosial, kemudian datang lagi pertanyaan dari resi “lalu kenapa tidak ada yang menolong kita dalam memperbaiki sekolah ini buk??’’ bertanyaan yang begitu berat buk yanti untuk menjawab, sebelum pertanyaan itu di jawab ada suara yang berkata dan bertanya, “iya buk, apakah kita ini bukan makhluk sosial dari bagian negara ini” lalu banyak suara ramai banyak bersorak “iya buk” “iya buk, bagaimana itu buk”, “kalau mereka disana tak mau bantu kami juga tak bantu mereka suatu hari nanti buk” ibu yanti terkejut dengan apa yang disampaikan oleh anak-anak didik nya







Rabu, 22 November 2017

cerpen



                      Di langit sore itu seorang anak berjalan menatap dengan rasa penasaran yang besar akan sebuah pertanyaan kehidupan, mengapa,?? Apa.?? Dan kenapa.??, pertanyaan yang berat bagi seorang anak kecil yang baru mengenal kehidupan yang keras di bawah langit yang tak beratap dan berlantai, yang ada hanya sebuah tangis dan air mata yang jatuh di pipi mungil nya, hati siapa yang tak miris melihat kejadian itu,

 ketika anak kecil yang bercerita kepada seorang pemuda yang terjadi hari itu yang bernama alif rahmat hakim, seorang pemuda yang baru menginjak semester 4 di sebuah perguruan tinggi di jakarta, sangat miris sebuah ibu kota sebuah negara menjadi tempat tak indah bagi kaum yang tak punya harta apapun, kecuali hanya baju di badan, tangan pemuda tadi gemetar seakan mau menampar wajah nya, agar dia ingin terbangun dari mimpi buruk nya itu, “percuma abang menampar wajah abang sampai berdarah, kenyataan ini tak kan bisa berubah” kata seorang anak kecil memekai baju rompang romping itu berbicara dengan pemuda itu, pemuda tadi tambah gemetar mendengar itu, “iya dek,,” sambil tersenyum melihat anak kecil itu “oh ya, adek tinggalnya dimana.??” Tanya alif pemuda itu “hahaha, abang cara nanya salah bang...hahahah” jawaban anak kecil itu “kenapa kamu tertawa dek.?? Dengan herannya alif bertanya kepada anak itu “hahaha, bang, kami ini Cuma anak jalanan, selain dijalanan dimana lagi kami akan tinggal, rumah kami cuma beratapan langit dan berlantaikan tanah, jadi jika abang bertanya kami tinggal dimana, alamat mana yang akan saya berikan, kecuali abang nanya ke para pejabat kita,” jawaban yang di berikan oleh anak kecil itu, dengan sangat harunya alif memandang anak kecil itu, ternyata anak yang kecil itu dapat berbicara seperti itu, lalu allif berjalan dan mendengar cerita kehidupan si anak itu, sampai di suatu jalan anak itu berhenti dan “bang, saya mau cari uang untuk makan dulu ya..” kata anak kecil itu “haaa, emang orang tua mu mana rizki.??” Tanya alif pada anak yang bernama rizki tersebut  “ibu saya sudah meninggal bang, dia lagi di surga, dan bapak saya sekarang sudah menikah dan tinggal entah dimana” jawab dengan mata berkaca-kaca di mata anak kecil tersebut “maaf ya dek, kalau saya....” lansung di jawab rizki “hahaha...gak papa bang, saya sudah muak dalam kesedihan ini” jawab rizki yang tertawa, “ kamu memang sibatu karang yang sangat kuat rizki” pujian dari alif kepada rizki, dan mulai hari itu mereka bersahabat dn alif setiap pulang kuliah selalu menemui rizki yang biasa ngamen di depan lampu merah












Senin, 22 Mei 2017



Janji
                                                                                Karya:edopratama


Janji, kata mudah di ucapkan tapi susah untuk di laksanakan
Janji, dimana-mana janji menjadi topik orang
Janji engkau adalah sebuah bukti tapi kenapa bagi mereka kau tak berarti
Janji apa itu semua salah mu atau salah mereka
Janji yang pasti kau adalah sebuah bukti dan hal yang harus di pertanggung jawabkan

Janji sulit ku temui diri mu hari ini
Janji apakah masih ada dirimu di masa depan nanti
Janji apakah kau kan bertahan atau kau akan hilang
Janji mengapa kau tertawa sekarang

Janji ku harap akan bukti akan hadirmu nanti
Janji kau lah hutang yang harus ditepati
Janji kau lah bukti di akhirat nanti
Janji kau sebagai bukti suatu hari nanti


first



Task English Langguage Learning Srategy
Nama   : Edo Pratama
Nim     : 2315040
Kelas   : Pendidikan Bahasa Inggris 4B

1.                  What strategies that you have applied to masteting grammar, vocabulary, speaking, listening, reading and writing so far?
Answer : My stategies so far to mastering grammar is i do the exercise in the book, read the book for mastery grammar, ask friend about materials that i’m not clear enough.To vocabulary is i am reading aloud, if i find the word that i dont know the meaning, i looking  for in the dictionary and i write in my note book and remember minimal 5 word in one day. To reading is i am reading aloud, read many book with many topics, read novel and short story. To writing is i am write minimal 1 paragraph in one day to increas my ability in writing with different topich everyday. To speaking is am try to speak up with my friend if  i dont know word in english, i will mix my language with indonesian language. To Listening is i am try to listen song, dialog and text in english to be familiar with the sound.